Make your own free website on Tripod.com
Paimo kembali ke Nepal Himalaya

 

       Bambang Hertadi Mas (42 tahun), bermaksud mengulangi petualangannya di pegunungan Himalaya dan akan mendaki beberapa puncak (trekking peak) di kawasan Sagarmatha National Park, Nepal selama 42 hari.

      Dalam petualangannya kali ini, target utama adalah mendaki Gunung Mera Peak (6.476 m). Menghabiskan waktu sekitar 16 hari sejak meninggalkan desa terakhir di Lukla hingga kembali di tempat semula. Selebihnya ia akan mendaki beberapa puncak seperti Kalapatar (5.545 m), Awi Peak (5.245 m), Gokyo Peak (5.368 m), dan Pokalde (5.535 m). Waktu yang diperlukan sekitar 26 hari. 

      Paimo, demikian panggilan akrabnya, sebenarnya lebih identik dengan petualangan sepeda, seperti yang pernah dilakukannya di Gunung Kilimanjaro bersama dengan Mamay S. Salim, salah satu tokoh pemanjat tebing Indonesia, pada tahun 1987 yang lalu. Baginya mungkin berlaku sepeda adalah kendaraan utama, sebab saat ini sudah 46 gunung berhasil didaki sampai puncaknya dan 11 diantaranya didaki sambil mengendarai dan membawa sepeda.

      Rencananya Paimo akan berangkat menuju Kathmandu pada tanggal 11 September 2000, menggunakan pesawat Thay Airways International. Untuk kemudian bergabung dengan Sherpa Trekking Service, sebuah biro perjalanan Nepal yang sudah akrab mengurusi ekspedisinya tim Indonesia.

      Diperkirakan Paimo akan menghabiskan biaya sekitar 3.200 US $. Sebagian besar biaya tersebut disubsidi oleh EAST (Eiger Adventure Service Team), salah satu anak perusahaan PT. EIGERINDO MULTI PRODUCT INDUSTRY. Paimo sendiri akan menggunakan peralatan 90% produk EIGER sebagai ujicoba dalam cuaca yang mendekati extreme.

      Dalam petualangannya kali ini, Paimo berangkat tanpa sepeda, karena tujuannya hanya mendaki saja. Ini bukan trauma, sebab pada tahun 1987 Paimo dan Mamay pernah membawa sepeda ke wilayah ini untuk mendaki. Sayangnya Kementrian Pariwisata Nepal saat itu tidak memberi ijin, malah dituding sebagai pelanggaran. Akhirnya mereka mencapai puncak Imja Tse (6.189 m) tanpa sepeda.

       Tujuh tahun belakangan ini, Paimo rajin melanglang buana dengan sepeda. Mulai dari lintasan Xinning (RRC) sampai Lasha (Tibet) pada tahun 1993, kemudia dari Perth ke Sydney (Australia) tahun 1995, dan terakhir Lintas ASEAN (Singapore-Malaysia-Thailand-Laos-Vietnam) tahun 1997.

       Nah dengan keberangkatannya kali ini, Paimo berharap semoga dunia kepetualangan di Indonesia, terutama pendakian gunung di atas 6000 m bisa menggeliat kembali, sebab sejak krisis ekonomi melanda Indonesia, kurang sekali kegiatan serupa dilakukan.

       Selamat berjuang kawan. Semoga selamat sampai di tujuan dan kembali ke Indonesia dengan membawa segudang cerita menarik. (Heni Juhaeni/EAN/015/2000)

 

kembali ke halaman berita aktual