Make your own free website on Tripod.com
liputan kecelakaan semeru

 

Kronologis kecelakaan Team KAONAK & FK-PAB Bekasi

 

Pada tangal 9 desember 2002 Team Kaonak mengadakan pendakian ke Gunung semeru Jawa Timur. team ini dipimpin oleh Sdr Aan (bule).

Seluruh anggota team telah memenuhi seluruh persyaratan pendaftaran untuk pendakian, termasuk mengurus asuransi dan tiket masuk, di pos jaga ketua team hanya diperingati seputar masalah adanya beberapa pohon yang rubuh, tapi sama sekali tidak diperingati adanya bahaya longsoran batu di sekitar puncak.

 

Pada tgl 11 desember 2002, jam 04.00 wib(pagi), terjadi longsoran batu dari atas (500 m dari puncak), dua orang dari team yakni:

1.Agatha Ami Bayu Komala

2.Sinta dewi

terkena longsoran batu tersebut tanpa bisa dihindari, saudari sinta mengalami luka memar di kaki sedangkan saudari Agatha mengalami luka yang cukup berat di bagian muka dan mata, serta terjadi pendarahan yang cukup fatal apabila dibiarkan terlalu lama.

 

Saudara Aan telah menghubungi pos ranupani lewat bpk Hariyono di pos jip pasar tumpang dengan menggunakan HP, dan bpk Hariyono juga telah menghubungi Taman nasional dan Rayon serta telah mengirim berita ke pos Ranupani. Namun setelah dikonfirmasi lagi bantuan tidak segera datang, akhirnya saudara Aan berinisiatif untuk menghubungi posko KAONAK yang berada di Bekasi.

Posko KAONAK segera mengirimkan 4 personilnya untuk melakukan evakuasi serta berkoordinasi dengan team SAR yang ada.

 

Tapi sampai di pos Ranupani ternyata team SAR disana tidak ada, yang ada hanya bapak Sarmin serta penjaga lain seperti Mamat dan rekan satunya lagi. Team SAR KAONAK sempat bersitegang dengan bapak Sarmin mengingat disana tidak ada usaha untuk mengevakuasi korban. Team SAR kami telah menanyakan kepada saudara Mamat tentang keberadaan SAR di Ranupani dan dijawab bahwa dana untuk SAR memang tidak ada, dan pada saat itu memang baru lebaran. Akhirnya team Sar Bekasi dibantu oleh empat orang masyarakat yang disuruh oleh bapak Sarmin mencoba mengevakuasi korban. Saudari Agatha ketemu didaerah Ranu Kumbolo dan segera dibawa ke pos Ranupani sekitar jam 11.00 wib (31 jam dari kejadian) sedangkan saudari Sinta masih didaerah Kalimati. Setelah Agatha sampai di pos Ranupani team SAR Bekasi beserta bapak Sarmin membawa korban tersebut ke rumah sakit Kristen Sumber Sentosa.

 

Team SAR Bekasi menanyakan tentang biaya rumah sakit dan dijawab oleh bapak Sarmin bahwa biaya ditanggulangi dulu oleh korban dan kwitansinya nanti akan diganti. Kami langsung mencari dana untuk biaya tersebut dengan cara menjual handphone ke pasar Tumpang tetapi setelah sampai di rumah sakit kembali, biaya telah ditangung oleh istri bapak Sarmin sebesar kurang lebih Rp 220 000,- .

 

Mengingat luka yang cukup parah maka korban harus dikirim ke rumah sakit umum Syaiful Anwar Malang dengan diantar oleh ambulan. Sesampai disana korban ditinggal begitu saja dengan janji akan diurus nanti, sampai dengan team SAR bekasi datang korban belum ditangani dokter karena dokter minta jaminan Rp 1.500.000,- untuk foto CT scan, sedangkan bapak Sarmin sebagai wakil dari pihak Taman Nasional tidak pernah mucul di rumah sakit.

 

Akhirnya SAR Bekasi mempunyai inisiatif ke kantor Taman Nasional Bomo Tengger Semeru dan bertemu dengan bapak Adib Gunawan serta bapak Heri Subagiadi Kepala Balai, beliau menjanjikan akan menanggung semua biaya perawatan dan akan mengirimkan personil untuk mengecek kondisi si korban.

 

Pada tanggal 13 Desember 2002, bapak Dadang sebagai staff Taman Nasional datang kepada keluarga korban dengan memberikan pinjaman bukan mengurusi perawatan korban sesuai janji dari bapak Heri selaku Kepala Balai, hal tersebut kami sesalkan bahwa sebagai kepala balai yang tidak mempunyai rasa bertanggung jawab terhadap kata katannya sendiri yang telah dibicarakan dihadapan kami team SAR Bekasi.

 

Akhirnya karena pihak keluarga sangat kesulitan mendapatkan dana, maka diterimanya bantuan pinjaman dari Taman Nasional sebesar Rp 3.000.000,-.

 

Dari laporan team SAR Bekasi yang ditugaskan untuk mengevakuasi saudari Sinta telah melaporkan pula kejadian kecelakaan yang dialami oleh pendaki lain tapi pihak penjaga pos Ranupani malah menyidang team SAR tersebut serta mencurigai bahwa laporan yang disampaikan adalah palsu. Walaupun kami telah memberikan masukan cara-cara evakuasi untuk para korban dengan rusuk patah, tetapi malah dijawab dengan ketus bahwa yang berlaku di situ adalah standar SAR sendiri. Hal ini sangat membingungkan kami seperti apa standar SAR disitu.

 

Sumber:

Sdr Doni Purnomo/Team SAR KAONAK Bekasi

Sdr Sutrisno (pae)/koordinator team FK-PAB

Hp 0816-1618-319

kembali ke halaman berita aktual